Ketika
saya baru saja selesai mengikuti kuliah dan sedang berjalan melewati lorong
kampus, tak sengaja saya melirik
papan majalah dinding. Dalam papan tersebut berisi pengumuman pendaftaran
program sertifikasi profesi dari pemerintah. Saya pribadi sangat senang dengan
hal tersebut. Karena pemerintah ternyata memiliki kepedulian dengan angkatan
kerja muda dan melakukan fasilitasi untuk mengembangkan SDM.
Saya
jadi teringat dengan pidato Presiden Jokowi, saat Ia dilantik untuk kedua kalinya.
Ia menargetkan sebuah cita-cita jangka panjang. Yaitu, menjelang seabad negeri
kita merdeka, Indonesia akan masuk kedalam kelompok ekonomi 5 terbesar dunia. Presiden
Jokowi kala itu juga menambahkan bahwa untuk mendukung visinya, Ia akan
membangun SDM didukung dengan ekosistem politik dan ekonomi yang kondusif.
Jujur ketika mengetahui hal tersebut, Saya sangat senang, karena saya rasa pemerintah punya visi yang sama dengan saya, yakni menetapkan prioritas untuk membangun kualitas warga negara. Hal tersebut tercermin melalui sebuah visi “SDM Unggul, Indonesia Produktif”. Melihat tajuk tersebut dengan kata produktif, tentu saja pemerintah yang akan banyak bekerja berada pada sektor tenaga kerja, dan ekonomi. Salah satunya Kamar Dagang dan Industri Indonesia.
![]() |
Logo Kamar Dagang dan Industri Indonesia sumber: kadin.id |
Sebagai
lembaga utama yang mengurusi tentang dunia usaha, Kadin memiliki tanggung jawab
besar karena kegiatan usaha menjadi tulang punggung ekonomi negara. Sesuai
dengan perkataan dari Ketua Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani yakni "Dunia usaha akan mengupayakan
pertumbuhan ekonomi yang berkualitas yaitu pertumbuhan ekonomi yang dapat
menciptakan lapangan pekerjaan yang layak, mengurangi tingkat kemiskinan dan
tingkat ketimpangan ekonomi sehingga tercipta pertumbuhan ekonomi yang
berkeadilan".
Kadin Indonesia juga belum lama ini telah
menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Bali pada 29 November
lalu. Dalam Rapimnas tersebut, diputuskan terkait 18 rekomendasi dari Kadin
untuk memperkuat dunia usaha. Hal yang paling menarik bagi saya ada di poin pertama
yakni “Keberlanjutan akreditasi penerbitan sertifikat (Surat Keterangan)
Kompetensi”.
![]() |
| Suasana Rapimnas Kadin Indonesia di Bali 29 November 2019 sumber: Kadin.id |
Nah, kembali lagi soal pengumuman di mading yang
saya lihat. Saya rasa sertifikasi kompetensi sangat penting. Khususnya ketika
menyambut perihal pasar bebas (MEA) dan bonus demografi yang sering kita
dengar. Dengan adanya sertifikasi kompetensi, pembangunan SDM berada pada jalur
yang tepat untuk dan menghasilkan progres yang nyata. Melalui program
pembinaan, sertifikasi profesi, atau program sejenisnya, masyarakat Indonesia
tentunya akan diberdayakan untuk dapat bersaing dengan tenaga kerja dari luar.
Saya pribadi menyadari hal tersebut sejak lama.
Total saya sudah mengantongi 2 sertifikasi keahlian dari lembaga sertifikasi
milik pemerintah yakni Penulisan Naskah, dan Copywriting. Saya rela mengikuti pelatihan dan mengambil ujian
kompetensi di sela-sela padatnya aktifitas kuliah, karna bagi saya, hal
tersebut cukup penting sebagai modal dalam bersaing dalam dunia kerja yang
kompetitif. Apresiasi tentunya untuk lembaga pemerintahan
yang menyediakan fasilitas pengembangan SDM, termasuk Kadin, agar dapat
dicontoh bagi lembaga lainnya.
![]() |
| Contoh sertifikat kompetensi dari salah satu lembaga pemerintah sumber: lsptrainerindonesia.id/ |
Berdasarkan
perhitungan dari Badan Kependudukan dan. Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) diperkirakan
jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2030 akan sebesar 345 juta jiwa. Belum
lagi fakta bahwa akan banyak angkatan kerja yang mendominasi yakni sebanyak
70%. Secara teoritis, hal tersebut merupakan bonus demografi yang baik dalam
menggenjot produktifitas dan perekonomian. Tetapi juga sekaligus menjadi
tantangan bagi pemerintah untuk menyediakan lapangan pekerjaan
sebanyak-banyaknya agar jumlah angka pengangguran menjadi melonjak.
Berdasarkan
catatan dari International Monetary Fund (IMF), Indonesia harus secepatnya
menciptakan lapangan pekerjaan bagi angkatan berusia 15-64 tahun. Serta lebih
meningkatkan kualitas pendidikan dan mengasah keterampilan SDM.
Kesejahteraan
suatu bangsa begitu tergantung dari peran vital para pengusaha, serta para
pelaku ekonomi. Lapangan pekerjaan tercipta berkat peran aktif pengusaha dalam
mengembangkan korporasi yang seringkali membutuhkan tenaga ahli. Maka dari itu,
kedua pihak baik pengusaha, dan tenaga kerja harus memiliki keahlian dan skill
yang mumpuni demi sinergi untuk meningkatkan produktifitas.
Kadin Indonesia sangat paham dengan hal tersebut. Terbukti dengan 18 rekomendasi yang
baru ini disampaikan. Dari apa yang saya tangkap, Kadin berupaya mengoptimalkan
kualitas pengusaha serta tenaga kerja dalam sektor industri, kerjasama, serta
pengaplikasian teknologi yang dapat mempermudah konektifitas serta jangkauan di
Nusantara.
Strategi
kemitraan dilingkup lembaga, korporasi, dan antar daerah menjadi salah satu
upaya terbaik untuk menunjang ekonomi. Kemitraan menjadi penting, khususnya
dalam menunjang Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Prinsipnya yang saling menguatkan dan
membutuhkan, membuat banyak manfaat dalam perekonomian.
Misalnya, jika pihak usaha menengah dan besar diarahkan untuk menjalin kemitraan dengan UKM, maka akan terjadi pembinaan dalam mengembangkan usaha bagi UKM. Antara lain seperti permodalan,
sumber daya manusia, hingga pengaplikasian teknologi. Pelaku usaha menengah dan besar pun akan mendapat manfaat dari UKM terhadap yakni
terjadinya keterikatan lingkup usaha diantara kedua korporasi dan kesempatan
mendapat perspektif bisnis dari kalangan akar rumput.
Kadin
melihat strategi ini sebagai sesuatu yang akurat, untuk membangun ekonomi yang
berimbang. Hal ini terbukti melalui salah satu rekomendasi yang diusulkan dalam
Rapimnas yakni “Penguatan kerjasama
kemitraan antar lembaga, antar korporasi, dan antar daerah”.
Kemitraan
antar daerah juga sangat mungkin diterapkan. Melihat banyaknya potensi serta
kearifan lokal masing-masing daerah yang dapat dikembangkan untuk menjadi
produk industri yang marketable. Potensi
yang telah ada dapat diolah menjadi suatu produk yang unik, memiliki nilai
jual, dan juga menarik apabila dikemas dengan cara kreatif dan inovatif. Untuk
mencapai pengelolaan yang sempurna, tentunya dibutuhkan kerjasama dari berbagai
pihak dalam bentuk kemitraan. Pemerintah melalui BUMD, serta lembaga di bidang
ekonomi termasuk Kadin memiliki peran langsung dalam mengembangkan perekonomian
yang mandiri di setiap daerah.
| Kadin Indonesia peduli dengan pengembangan SDM Unggul yang kreatif dan inovatif dengan menyelenggarakan Raker untuk mendorong ekonomi kreatif sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia. sumber: instagram.com/kadin.indonesia.official/ |
Kawasan Industri Terintegrasi
Pada era tahun ‘50an sebuah kota kecil Irlandia
Barat memiliki sebuah bandara lokal dengan rute mancanegara. Peran rute
penerbangan internasional di bandara itu cukup vital terkait dengan ekonomi di
daerah tersebut. Namun, tersebut terancam tutup karna sebuah situasi. Menyadari
hal itu, beberapa pebisnis serta politikus membuat langkah pencegahan dengan
membentuk sebuah kawasan industri didekat bandara tersebut.
Langkah tersebut ternyata cukup cemerlang,
alih-alih ekonomi menjadi lesu, Kota Shannon justru menjadi zona perdagangan
bebas yang maju di Irlandia. Ide ini lah yang kemudian mengilhami banyak Negara
lain mengadopsi konsep kawasan industri untuk diterapkan kota-kota kecil
mereka.
![]() |
| Ilustrasi Negara Singapura, negara kecil yang menjadi maju karena industrinya yang mumpuni Sumber: media.giphy.com |
Sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki
peluang besar untuk menciptakan lebih banyak lagi kawasan industri yang
terintegrasi. Mengapa hal ini tepat untuk diterapkan di Indonesia, berkaca dari
beberapa negara yang terbilang negara kecil seperti Swedia dan Republik Ceko.
Negara tersebut menjelma menjadi salah satu negara maju dengan ekonomi yang
mapan. Kemajuan manufaktur di Swedia menyumbang hingga 9,9 % dari PDB mereka,
juga Rep. Ceko yang sangat maju industri otomotifnya yang bahkan 80% dari
produksi mereka ditujukan untuk komoditas ekspor.
Jika dengan kondisi jumlah SDM dan SDA yang
terbatas saja negara-negara tersebut bisa menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri,
bayangkan bagaimana majunya perekonomian apabila Indonesia menerapkan kawasan
industri dengan terintegrasi di setiap daerah.
Peluang tersebut dilihat oleh Kadin dengan mengusulkan rekomendasi
yakni “Penciptaan kawasan industri yang
berintegrasi yang bisa bersaing global”. Berintegrasi berarti menyatukan sistem
menjadi satu kesatuan yang utuh. Maka menyatukan seluruh ekosistem khususnya
bisnis menjadi upaya positif dalam mengembangkan perekonomian masing-masing
daerah agar tumbuh bersama dan mandiri.
Beberapa kota mungkin sudah mulai dikembangkan,
seperti Karawang, Bekasi, dan Surabaya.
Namun mengingat bahwa mayoritas kawasan industri masih terkonsentrasi di
Pulau Jawa, maka perlu dilakukan pemerataan pembangunan dengan membangun kawasan
industri di daerah luar Jawa.
Bak gayung bersambut, Kementrian Perindustrian
mencanangkan investasi untuk membangun 18 kawasan industri baru yang tersebar
di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Hingga Papua. Nilai investasi yang
diupayakan sebedar 250 T. Dalam
mendukung proyek tersebut, dibutuhkan kerja sama dari masing-masing elemen
pemerintahan termasuk Kadin Indonesia, agar tujuan pembangunan
berdampak positif bagi Negara khususnya dalam memajukan perekonomian.
Revolusi
Industri 4.0
Terakhir namun tak kalah pentingnya.
Perkembangan teknologi yang kini menginjak pada masa revolusi industri 4.0,
mampu membawa dampak positif khususnya dalam pembangunan ekonomi. Melihat
kembali visi pemerintah yakni menciptakan SDM yang unggul, maka kompetensi dari
SDM perlahan harus mulai diarahkan untuk menguasai teknologi.
Industri 4.0 benar-benar terjadi dan akan
menguasai semua aspek dari kehidupan. Menyiapkan generasi unggul berarti juga
mulai merombak pandangan masyarakat terkait teknologi yang dianggap hal mewah
dan tidak terjangkau kalangan bawah.
| Pelatihan bertemakan teknologi yang pernah diadakan oleh Kadin Indonesia. Semoga program serupa terus berlanjut dan dapat dicontoh oleh lembaga pemerintah lainnya. Sumber : Kadin.id |
Dengan persebaran informasi yang semakin pesat,
teknologi dapat membantu pemerintah untuk membangun sebuah sistem yang
memudahkan integrasi antara pelaku bisnis. Selain itu gelora berwirausaha di
era 4.0 tengah bangkit di Indonesia. Melihat banyaknya perusahaan berbasis
teknologi yang baru berdiri (startup) akan
membutuhkan banyak tenaga kerja dengan kompetensi khusus yang belum banyak
diketahui secara awam.
Pemerintah dapat mengambil inisiatif untuk
lebih banyak mengadakan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi dibidang
teknologi, misalnya Big Data, Artificial
Intellegence, dan hal-hal yang berhubungan dengan Internet.
Kesimpulan dari tulisan ini, menyadari
banyaknya potensi untuk kemajuan SDM Unggul Indonesia, serta kuatnya
perekonomian membutuhkan kerjasama oleh seluruh elemen warga negara. Masyarakat
harus mulai lebih aktif dalam meningkatkan potensi dan kemampuan dirinya agar
memiliki kualifikasi yang baik dan mampu bersaing oleh tenaga kerja asing.
Juga pemerintah harus lebih proaktif mengambil
peran untuk menyediakan fasilitas serta pengembangan kualitas SDM yang lebih
mumpuni. Termasuk Kadin Indonesia yang menjadi lembaga utama bagi pembinaan
pengusaha-pengusaha di Indonesia. Peran yang sangat dibutuhkan mulai dari
membentuk sistem yang baik bagi ekosistem bisnis, hingga menyediakan bermacam
pelatihan untuk menunjang kompetensi SDM yang lebih unggul lagi.
Demikian sedikit pandangan saya terkait
bagaimana pentingnya pembangunan SDM yang unggul, bagi peningkatan
produktifitas dan sebagai katalis bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Semoga
memberi pencerahan, dan sampai bertemu kembali!
https://www.instagram.com/kadin.indonesia.official/
https://katadata.co.id/berita/2019/04/08/potensi-investasi-18-kawasan-industri-luar-pulau-jawa-capai-rp-250-t
https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/04/22/nn6hdn-tahun-2030-penduduk-indonesia-tembus-345-juta-jiwa
https://katadata.co.id/berita/2019/04/08/potensi-investasi-18-kawasan-industri-luar-pulau-jawa-capai-rp-250-t
https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/04/22/nn6hdn-tahun-2030-penduduk-indonesia-tembus-345-juta-jiwa





Komentar
Posting Komentar