Langsung ke konten utama

Persiapan TOEFL mudah dan sukses dengan Skill Academy!

Kita semua pasti tau, bahwa bahasa Inggris menjadi bahasa No.1 dan resmi digunakan sebagai bahasa Internasional. Selain karena dominasi kolonialisme bangsa eropa dalam penyebaran bahasa inggris, Jumlah penutur dari bahasa Inggris bisa dikatakan juga yang paling banyak saat ini.

Saya sendiri mulai belajar dan menekuni bahasa Inggris sejak disekolah dasar atau ketika saya berumur 10 tahun. Walau saya rasa akan lebih baik apabila saya dapat lebih awal lagi untuk mulai belajar asing. Akan tetapi, tentu saja tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai belajar sesuatu baru.



Setifikat TOEFL yang sering menjadi syarat administrasi lembaga maupun instansi

Menguasai bahasa inggris kini bukan lagi sesuatu yang spesial. Lantaran berbagai macam karir atau usaha yang baik, biasanya menuntut kemampuan bahasa asing yang baik. Tak heran apabila beberapa sekolah dan instansi tertentu mulai memasukkan syarat meraih sertifikasi TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dengan skor tertentu.

Saya cukup berambisi, ketika menyelesaikan studi S1 saya didalam negeri, saya ingin dapat melanjutkan studi di luar negeri. Sudah pasti, agar dapat diterima di universitas impian saya, hal pertama yang saya dapati dalam persyaratan administrasi adalah minimal skor TOEFL sebesar 600. Angka tersebut cukup menantang, tentunya sekaligus menekan optimisme bagi saya dan pendaftar-pendaftar lainnya.

Cukup berat untuk mendapatkan angka skor yang lumayan besar tersebut. Belum lagi saya sudah banyak melupakan rumus-rumus tenses  yang sebelumnya saya pelajari di sekolah. Untuk memulai kembali, saya rasa perlu sebuah program belajar yang intensif, agar saya dapat segera memenuhi kriteria di waktu persiapan yang relatif singkat.

Pernah terpikir untuk memfokuskan diri dengan mendaftar di bimbingan belajar. Akan tetapi, konsekuensi yang harus saya terima yakni harus meluangkan waktu untuk bertatap muka dengan pengajar langsung, dimana saya memiliki jadwal kesibukan yang cukup padat. Situasi ini membuat saya berpikir dua kali, apakah harus belajar dan meluangkan waktu saya, atau menyerah saja?

Nasib baik, ada seorang teman menyarankan saya untuk mengikuti kursus online, dimana saya dapat belajar kapan saja dan dimana saja. Gagasan ini sangat bagus dan saya segera mencari platform belajar online, dan akhirnya saya mengetahui Skill Academy. Dalam Skill Academy, sangat tepat sekali ada kelas untuk meningkatkan kemampuan bahasa khususnya dalam persiapan melakukan tes TOEFL.

Dari yang saya pelajari ketika melihat video persiapan TOEFL dari Skill Academy, Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan dalam menuturkan bahasa inggris, oleh seseorang yang bukan asli penuturnya. Misalnya saya yang bukan warga  Inggris, atau terbiasa menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa utama sehari-hari.

Syarat ini menjadi penting karena untuk menjadi mahasiswa di luar negeri, saya harus mengerti dahulu bahasa yang digunakan untuk saya belajar sebagai mahasiswa asing. Sebenarnya cukup banyak lembaga bimbingan TOEFL secara konvensional di kota saya. Namun lantaran bahasannya yang cukup banyak dan rumit, diperlukan waktu yang tak singkat untuk dapat menguasai dan mendapatkan skor tinggi.

Belum lagi biaya kursus yang relatif cukup mahal. Bagi saya yang memiliki banyak kebutuhan, tentunya berpikir dua tiga kali untuk membayar tentor, dan untuk waktu yang lama pula. Namun paket  persiapan TOEFL  yang ditawarkan di Skill Academy cukup terjangkau bagi saya dan relatif murah untuk isinya yang lengkap dan oleh pemateri yang paling baik pula.

Materi yang diberikan dalam paket persiapan TOEFL

Bisa dikatakan, dari saya yang telah mencoba belajar persiapan TOEFL pada bimbel konvensional, materi belajar berlangsung cukup lama. Bahkan kalau dihitung-hitung materi yang normalnya diselesaikan 1 bulan, dapat saya lahap dalam beberapa video yang ada di Skill Academy.

Konten materi yang diterima pun cukup lengkap dibanding paket persiapan yang lain. yakni mulai dari pengenalan secara detail tentang apa itu TOEFL, format TOEFL, sistem penilaian TOEFL, hingga tips-tips untuk sukses dalam mengerjakan TOEFL.

Materinya yang terdiri dari 31 video dalam 5 bagian  dengan durasi total 3,5 jam, saya katakan cukup "pas" bagi saya untuk belajar secara intensif, namun juga tidak membosankan.  Videonya yang juga dapat diputar tak terbatas, sangat menjadi nilai plus bagi saya, khususnya ketika dalam bagian listening sections, saya harus sering-sering mendengar penuturan bahasa inggris dari native speaker.


Sertifikat yang diberikan ketika menyelesaikan kursus

Selain itu yang paling saya senangi dari belajar di Skill Academy yakni terdapat sebuah tes atau ujian di akhir sesi pelatihan, yang kemudian diberikan sertifikat langsung karna telah mengikuti pelatihannya. Hal ini dapat menjadi simulasi ketika saya melaksanakan tes TOEFL nantinya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aman dan Nyamannya Kereta Api Kita

Jika diingat-ingat barangkali 5 tahun yang lalu, Memilih bepergian dengan kereta api akan membuatmu melihat ramainya penumpang yang berjubelan bersama pedagang asongan. Kebersihan gerbong maupun toilet yang tak terlalu penting, Belum lagi suasana gerah yang ingin membuatmu membuka jendela seperti naik kopaja. Membayangkan bagaimana kereta api pada zaman itu juga termasuk lucu, ketika melintas tentu teringat bagaimana puluhan anak muda yang menumpang gratis dengan seat yang istimewa. Mereka dengan santainya menikmati perjalanan duduk diatas atap gerbong kereta api seperti sedang mengendarai naga. Kebiasaan tersebut Sekedar larangan sudah pasti tak digubris, bahkan membuat pengelola PT. KAI sangat kerepotan.

Kadin Indonesia Membangun SDM Unggul dan Produktif

Ketika saya baru saja selesai mengikuti kuliah dan sedang berjalan melewati lorong kampus , tak sengaja saya melirik papan majalah dinding. Dalam papan tersebut berisi pengumuman pendaftaran program sertifikasi profesi dari pemerintah. Saya pribadi sangat senang dengan hal tersebut. Karena pemerintah ternyata memiliki kepedulian dengan angkatan kerja muda dan melakukan fasilitasi untuk mengembangkan SDM. Saya jadi teringat dengan pidato Presiden Jokowi, saat Ia dilantik untuk kedua kalinya. Ia menargetkan sebuah cita-cita jangka panjang. Yaitu, menjelang seabad negeri kita merdeka, Indonesia akan masuk kedalam kelompok ekonomi 5 terbesar dunia. Presiden Jokowi kala itu juga menambahkan bahwa untuk mendukung visinya, Ia akan membangun SDM didukung dengan ekosistem politik dan ekonomi yang kondusif. Jujur ketika mengetahui hal tersebut, Saya sangat senang, karena saya rasa pemerintah punya visi yang sama dengan saya, yakni menetapkan prioritas untuk membangun kualitas warga neg...